10 Ciri-ciri Terpapar Virus Corona, Ada Tanda yang Baru

www.artjunction.org10 Ciri-ciri Terpapar Virus Corona, Ada Tanda yang Baru. Hingga saat ini para peneliti masih terus melakukan penelitian mengenai kasus virus Corona baru. Apa ciri – ciri gejalanya, serta penyakit-penyakit yang bisa ditimbulkan dari virus ini. Di Indonesia sendiri saat ini telah ada 4.557 kasus positif Corona. Sebanyak 380 orang dinyatakan sembuh sementara 399 lainnya meninggal dunia.

Umumnya gejala yang paling sering ditemukan di hampir sebagian besar kasus COVID-19 adalah demam, batuk, dan sesak napas. Tetapi ada beberapa gejala tambahan yang mungkin terjadi, seperti yang sangat mirip dengan flu.

Baca Juga: Wajib Tahu, Inilah Persyaratan Agar Bisa di Vaksin Corona!

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC, beberapa gejala itu bisa muncul mulai dari 2 sampai 14 hari sesudah seseorang terkena atau terinfeksi virus. Seperti dikutip dari CNN, berikut ini 10 ciri-ciri terkena virus Corona:

10 ciri-ciri terkena virus Corona

1. Napas Pendek

Ciri-ciri terkena virus Corona yang pertama adalah sesak napas atau napas pendek. Sesak napas atau napas pendek ini bisa terjadi tanpa diikuti dengan batuk. Jika kamu merasakan hal ini, seperti dada terasa ketat atau seperti tidak bisa bernapas maka itu pertanda bahwa kamu harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal tersebut karena indikasi terpapar virus Corona yang satu ini adalah yang paling serius.

“Jika anda merasa sesak napas segera hubungi penyedia layanan kesehatanmu, perawatan darurat atau departemen darurat,” ungkap Dr. Patrice Harris selaku Presiden Asosiasi Medis Amerika.

CDC juga menginfokan beberapa indikasi peringatan darurat yang lain terkait COVID-19 sebagai “rasa sakit terus-terusan maupun tekanan di bagian dada,” dan “bibir atau wajah yang menjadi warna kebiburan,” yang bisa menjadi indikasi kurangnya oksigen. Apabila merasakan hal tersebut maka segera datang dokter dan lakukan pemeriksaan.

2. Demam

Ciri-ciri terkena virus Corona yang kedua ialah demam. Demam adalah tanda kunci utama COVID-19. Akan tetapi hal itu tidak selalu berarti jika suhu tubuhmu lebih tinggi atau lebih rendah dari suhu normal maka kamu positif COVID-19. Sejumlah orang memang punya suhu tubuh inti lebih rendah atau malahan lebih tinggi dari suhu tubuh normal, yakni 37,2o Celsius. Oleh karena itu para ahli mengatakan bahwa jangan memfokuskan terhadap angka.

Menurut Dr. William Schaffner, yang merupakan profesor kedokteran pencegahan dan& penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine yang terletak di Nashville, jangan mengandalkan suhu tubuh yang diambil pada pagi hari. Hal itu dikarenakan suhu tubuh tidak akan sama pada siang hari. Sebagai gantinya, anda dapat mengambil suhu tubuh di sore dan saat mala.

“Salah satu gejala demam yang paling umum adalah suhu tubuh Anda naik di sore hari dan malam hari. Itu adalah cara umum virus menghasilkan demam,” kata Schaffner.

3. Batuk Kering

Tanda – tanda terkena virus Corona yang ketiga adalah batuk kering. Batuk kering merupakan gejala umum yang banyak dialami pasien terpapar COVID-19. Namun batuk karena virus Corona bukan merupakan batuk biasa. Batuk itu bakal begitu mengganggu dan dapat dirasakan berasal dari dada.

“Itu bukan rasa geli di tenggorokanmu. Kamu tak hanya batuk guna membersihkan bagian tenggorokan. Tidak hanya batuk diakibatkan iritasi. Hal tersebut datang dari tulang dada, dan Anda bisa berkata bahwa tabung bronkial meradang atau teriritasi,” jelas Schaffner.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada bulan Februari, lebih dari 33% dari 55.924 orang dengan kasus virus corona yang diklaim pihak laboratorium mengalami gejala batuk berdahak dari paru-parunya.

4. Menggigil dan Pegal-pegal

Tanda terpapar covid-19 yang ke-4 ialah badan menggigil dan merasa pegal atau sakit di sekujur bagian tubuh. Rasa tersebut biasanya datang pada malam hari. Namun menurut para ahli, tidak semua orang merasakan reaksi yang parah. Beberapa orang bahkan bisa sama sekali tak merasakan ciri-ciri terpapar covid-19 itu, sedangkan orang yang lain merasa kedinginan seperti flu ringan, rasa lelah, sakit pada sendi dan otot.

Namun sayang tidak mudah untuk mencari tahu apakah itu merupakan flu biasa atau COVID-19. Salah satu indikasi Anda kemungkinan mempunyai ciri-ciri terpapar virus Corona ialah apabila gejala yang diderita tak juga membaik sesudah satu minggu atau lebih dan semakin bertambah memburuk.

5. Kebingungan Mendadak

Ciri-ciri terkena virus Corona yang ke-5 ialah merasa bingung secara tiba-tiba. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC berkata bahwa kamu mesti hati-hati apabila secara mendadak merasa bingung atau tidak dapat bergerak dan bangun. Hal tersebut dapat menandakan bahwa Anda membutuhkan perawatan darurat.

Maka apabila kamu atau orang-orang di sekitarmu mempunyai indikasi tersebut, terutama jika ciri-ciri terkena virus Corona itu disertai dengan tanda kritis yang lain seperti bibir tampak kebiruan, sulit untuk bernapas, atau merasakan nyari di bagian dada maka CDC merekomendasikan agar segera mencari bantuan.

6. Masalah Pencernaan

Tanda terkena virus Corona yang keenam ialah masalah pencernaan atau lambung. Semula para peneliti tak berpikir diare atau masalah lambung semacamnya bakal muncul menjadi salah satu ciri atau tanda terkena virus Corona. Akan tapi, sekarang dengan kian banyaknya penelitian soal korban selamat, maka didapatkan ciri-ciri terpapar virus Corona yang anyar ini disebabkan banyak pasien selamat yang berbakat bahwa mereka mengalami gejala itu. Dr. Sanjay Gupta berkata bahwa pada suatu penelitian di China yang meneliti kurang lebih sebanyak 200 pasien yang paling awal terpapar, dijumpai bahwa gejala pencernaan atau lambung sejatinya sudah dialami oleh 50% dari pasien itu.

7. Mata Merah Muda

Tanda terkena virus Corona yang ketujuh adalah mata yang berwarna merah muda. Berdasarkan penelitian di China, Korsel, dan negara yang lain memperlihatkan bahwa sekitar 1-3% pasien positif COVID-19 juga menderita konjungtivitis atau yang lebih sering disebut mata merah muda.

Konjungtivitis merupakan peradangan di lapisan jaringan tipis dan transparan, yang bisa dibilang konjungtiva, yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Kondisi ini bisa sangat menular jika disebabkan oleh virus.

SARS-CoV-2 hanya salah satu dari banyak virus yang dapat menyebabkan konjungtivitis, sehingga para ilmuwan tidak terkejut bahwa virus yang baru ditemukan ini juga akan melakukan hal yang sama. Mata merah muda memang tidak selalu menjadi pertanda infeksi COVID-19, akan tetapi hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa kamu butuh berkonsultasi dengan dokter, khususnya apabila kamu mempunyai ciri-ciri terpapar virus Corona lainnya, seperti batuk, demam, atau sesak napas.

8. Kehilangan Bau dan Rasa

Tanda terkena virus Corona yang kedelapan adalah kehilangan bau dan rasa. Pada kasus COVID-19 yang ringan sampai sedang, hilangnya kemampuan dalam mencium bau dan mengecap rasa bisa muncul sebagai salah satu tanda awal COVID-19 yang paling tak biasa.

“Yang disebut anosmia ialah yang pada dasarnya berarti kehilangan penciuman, sepertinya menjadi gejala yang dikembangkan beberapa pasien,” kata Dr. Sanjay.

Sebuah analisis terbaru terhadap kasus-kasus ringan di Korea Selatan menemukan gejala utama pada 30% pasien adalah hilangnya penciuman. Di Jerman, lebih dari dua dari tiga kasus yang dikonfirmasi menderita anosmia.

“Anosmia, khususnya, telah terlihat pada pasien yang akhirnya dites positif untuk virus korona tanpa gejala lain,” menurut American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery.

9. Kelelahan

Ciri-ciri terkena virus Corona yang ke-9 ialah kelelahan. Buat sejumlah orang, kelelahan ekstrem bisa menjadi tanda awal terinfeksi COVID-19. WHO mendapati nyaris 40% dari sekitar 6.000 orang yang terpapar virus corona mengalami kelelahan. Kelelahan itu masih bisa berlanjut sekalipun virus telah hilang. Menurut laporan dari pasien COVID-19 yang telah sembuh, rasa lelah dan kurangnya energi terus berlanjut melewati periode penyembuhan standar pada beberapa pekan.

10. Sakit Kepala, Sakit Tenggorokan, Hidung Tersumbat

Beberapa gejala terpapar virus Corona yang terakhir ialah merasakan sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan sakit kepala. WHO menemukan sebanyak 14% dari 6 ribu kasus COVID-19 di China memiliki gejala berupa sakit kepala dan sakit tenggorokan. Sedangkan sekitar 5% yang lain merasa hidung tersumbat. Gejala terpapar virus Corona ini terlihat sama dengan penyakit flu. Faktanya memang ada banyak gejala COVID-19 yang menyerupai flu, pilek, atau alergi.

Nah, Itulah 10 ciri-ciri terkena virus Corona yang perlu kamu ketahui. Agar kita semua bisa terhindar maka kita perlu menjalankan protokol kesehatan pencegahan dengan menjaga kebersihan, rajin cuci tangan memakai sabun & air atau hand sanitizer, mamakai masker saat pergi meninggalkan rumah, dan isolasi diri. Malahan, jangan pernah menyentuh bagian wajah menggunakan tangan kotor / belum dicuci.

Baca Juga: 20 Destinasi Wisata yang ada di Jawa Timur!

Ciri-ciri Corona dari yang Ringan hingga Berat, Perlu Kamu Tahu!

Seperti yang telah dikutip dari National Public Radio, beberapa pasien terjangkit Covid-19 atau virus Corona di Amerika Serikat mempunyai gejala flu ringan dan beberapa yang lain mempunyai gejala flu parah. Dilansir WHO, sebagian besar pasien yang terinfeksi Covid-19 atau virus Corona mendapat gejala ringan, sedangkan 14% yang lain mengalami gejala yang lebih parah hingga membutuhkan rawat inap dan oksigen, dan 5% memerlukan perawatan di ICU atau unit perawatan intensif guna mencegah komplikasi yang lebih serius mirip gagal jantung / pernapasan, stroke, kegagalan organ lainnya hingga kematian.

Seperti kata Theresa Madaline, ahli epidemiologi di rumah sakit Montefiore Health System, yang terletak di New York City diantara sejumlah pasien gejala bisa berkembang menjadi serius hanya dalam beberapa jam atau dalam beberapa hari. Gejala dan ciri Corona sekarang yang kemungkinan sering didengar tingkatannya ialah ‘ringan’, ‘sedang’, dan ‘parah’. Berikut ini penjelasannya.

Virus Corona atau Cocid – 19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO saat ini telah menginfeksi lebih dari 172 negara, salah satunya diantaranya Indonesia. Di Indonesia terdapat 893 kasus pasien yang terpapar. Namun sayang tak mudah mengetahui gejala awal dan ciri Corona mengingat kadang kala gejala corona virus justru bisa sama sekali tak dirasakan oleh penderita.

1. Ciri Corona Ringan

Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan World Health Organization (WHO) bersama 25 ahli penyakit menular di China akhir bulan lalu, dalam 80% kasus yang diketahui, Covid-19 menimbulkan penyakit ringan sampai sedang. Berikut ini ciri Corona atau gejala COVID-19 dalam tingkatan ringan:

  • a. Demam
  • b. Sesak
  • c. Sakit dan Nyeri
  • d. Batuk kering

    Tanda Corona di atas ialah yang paling umum dialami oleh sebagian besar orang. Menurut Dr. Amesh Adalja, seorang sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security, ciri-ciri Corona tingkat ringan itu bakal membuat anda merasa tak harus pergi ke rumah sakit. Kasus Corona ringan ini pada umumnya tak begitu berbahaya, namun pada sejumlah orang khusus seperti orang tua dan orang yang sudah mempunyai riwayat penyakit sebelumnya, gejala ini dapat berkembang jadi gejala atau ciri Corona ‘sedang’ dan membutuhkan sejumlah perawatan seperti penambahan cairan guna menghindari dehidrasi.

2. Ciri Corona Sedang

Inilah tanda atau ciri Corona tingkat sedang:

  • a. Batuk
  • b. Demam di atas 38 derajat celcius
  • c. Menggigil
  • d. Tidak bisa berdiri atau bangun dari tempat tidur

Pengobatan yang akan dilakukan berdasarkan seberapa parah dampak kondisi pasien. Menurut Dr. Kenneth E. Lyn-Kew, seorang ahli paru di bagian kedokteran perawatan kritis serta departemen kedokteran di National Jewish Health di Denver, sesak nafas ialah salah satu gejala dari virus Corona yang utama untuk diperiksakan ke rumah sakit. Hal tersebut disebabkan oleh sesak napas dapat dikarenakan oleh kadar oksigen rendah di darah. Kadar oksigen rendah bisa mengakibatkan penutupan organ atau bahkan kematian.

Pasien yang mengalami gejala sedang biasanya rawat inap tak direkomendasikan, kecuali jika mengalami gangguan dalam pernapasan atau dehidrasi. Ciri -ciri dehidrasi ini bisa berupa meningkatnya rasa haus, mulut kering, penurunan jumlah urin, urin kuning, kulit kering, sakit kepala, dan pusing.

3. Ciri Corona Parah atau Berat

Ciri Corona atau Covid – 19 kategori parah atau berat ialah  Menurut Dr. Van Kerkhove, pneumonia biasanya bisa pulih dengan sendirinya, khususnya pada orang-orang yang berusia lebih muda. Namun pada orang yang lebih tua, plus mmepunyai riwayat kesehatan yang mendasar, pneumonia malah bisa mengancam jiwa alhasil sangat disarankan untuk melakukan rawat inap, khususnya apabila sistem immune tubuhnya lemah. 

Pada pasien yang mempunyai ciri Corona serius, biasanya memerlukan respirator guna membantu dalam bernapas. Apabila tak diberikan, kemungkinan organ sang pasien bisa tertutup serta akan mengakibatkan kematian. Malahan, orang yang mengalami pneumonia pun dapat terpapar infeksi bakteri sekunder yang bisa membahayakan jiwa dan perlu perawatan menggunakan antibiotik intravena.

Masalah berbeda dapat terjadi apabila penyakit itu semakin bertambah parah. Virus bisa measuk ke dalam sel paru-paru dan mulai mereplikasi, membunuh sel-sel. Sistem kekebalan tubuh kemungkinan bakal segera mengambil tindakan melawan virus, membuat peradangan, menghancurkan jaringan paru-paru dan terkadang dapat menghasilkan bentuk pneumonia yang lebih serius. Selain itu, respon yang diberikan sistem kekebalan tubuh pun kadang kala dapat mengalami gangguan terhadap kemampuan dalam mengalirkan oksigen ke dalam darah. Tanpa oksigen yang cukup, peradangan bisa menjadi lebih parah dan menyebabkan kegagalan organ dalam.